Search
16 December 2017
  • :
  • :

Pria Bisa Usia Panjang dengan Merawat Si Kecil

Pria Bisa Usia Panjang dengan Merawat Si Kecil

Kekhawatiran kaum pria tidak berumur panjang sering menjadi hal yang menakutkan untuk mereka. Namun seperti ditegaskan Ralph Hertwig, Direktur Pusat Rasionaltas Adaptif di Institut Max Planck untuk Perkembangan Manusia.Pepatah populer Afrika mengatakan “It takes a village to raise a child.” Dalam pengasuhan anak, seorang ibu butuh bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Dan terkadang peran dari sang kakek juga menjadi hal yang sangat penting bagi sang cucu.

Mereka yang bekerja sering menitipkan buah hatinya pada sang kakek dan nenek. Dengan menitipkan si kecil pada kakek dan nenek menjadi solusi sementaran si orang tua bekerja atau bepergian, dan hal ini menguntungkan semua pihak.
Bagi orang tua, menitipkan anak kepada nenek dan kakek menjamin rasa nyaman dan tenang. Kasih sayang kakek dan nenek pastinya tulus, sehingga anak nyaman dan bahagia bersama mereka. Bagi kakek dan nenek, merawat cucu rupanya memberi manfaat kesehatan yang sangat besar.

Hal ini dijabarkan secara ilmiah dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal Evolution and Human Behavior, jurnal tentang evolusi dan perilaku manusia yang penelitiannya dilakukan di Swiss dan Jerman. Penelitian terhadap 500 orang tua berusia 70-103 tahun ini dilakukan untuk memahami perbedaan antara orang tua yang pernah merawat cucu, yang tidak pernah, dan mereka yang tidak punya cucu namun pernah merawat anak kecil.

Hasilnya, harapan hidup orang tua yang pernah merawat cucu Hal ini dijabarkan secara ilmiah dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal Evolution and Human Behavior, jurnal tentang evolusi dan perilaku manusia yang penelitiannya dilakukan di Swiss dan Jerman. Penelitian terhadap 500 orang tua berusia 70-103 tahun ini dilakukan untuk memahami perbedaan antara orang tua yang pernah merawat cucu, yang tidak pernah, dan mereka yang tidak punya cucu namun pernah merawat anak kecil.

Hasilnya, harapan hidup orang tua yang pernah merawat cucu dinyatakan lebih panjang. Setengah dari mereka masih hidup 10 tahun setelah penelitian dijalankan pada 1990. Setengah dari orang tua yang tidak pernah merawat cucu meninggal dunia 5 tahun setelah penelitian. Dan orang tua yang tidak punya cucu namun pernah merawat anak-anak kecil hidup 3 tahun lebih lama, ketimbang mereka yang tidak pernah merawat siapa pun.

Dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah tentang kesehatan tubuh manusia yang diterbitkan Akademi Sains Nasional AS, disebutkan bahwa merawat cucu dapat menghindarkan orang tua dari risiko penyakit Alzheimer.

Dr. Ajit Varki, peneliti di Pusat Pelatihan dan Penelitian Glikobiologi di Dr. Ajit Varki, peneliti di Pusat Pelatihan dan Penelitian Glikobiologi di Universitas California, AS, mengurai dalam tubuh manusia terdapat varian gen yang mampu melindungi dari penyakit Alzheimer dan penyakit penuaan lainnya. Varian gen ini hanya terdapat pada manusia dan tidak ditemukan pada primata lainnya.

Varki mengatakan, varian gen ini merupakan hasil evolusi yang terdapat di tubuh orang tua yang melakukan kegiatan di sekitar anak-anak seperti membacakan dongeng, berjalan-jalan, membuat kue, atau sekadar berada di dekat cucu-cucu mereka.

Membantu (merawat cucu) tidak bisa disalahartikan sebagai resep mujarab panjang umur. Keterlibatan orang tua pada pengasuhan anak memberi efek positif pada kesehatan. Namun, keterlibatan yang lebih intens akan menyebabkan stres dan memberi efek negatif pada kesehatan fisik dan mental,” demikian ditegaskan Ralph Hertwig.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *