
Joko Widodo, Presiden Indonesia saat ini 2019-2024, sangat ingin berkuasa lebih lama. Permintaan 3 periode ke partai pengusung, PDI Perjuangan, ditolak.
Kemudian langkah selanjutnya, membuat presiden boneka, dipilihlah Ganjar Pranowo, disiapkan beberapa bulan sebelumnya. Ganjar dibawa kemana-mana pada saat Presiden melakukan kunjungan ke Jawa Tengah, yang mana Ganjar yang menjadi Gubernurnya. Pakta integritas tiap kepala daerah yang menjabat dan yang akan menjabat sebagai pejbat sementara (pjs) yang ditunjuk oleh mendagri sudah dibuat, untuk mendukung Ganjar Pranowo.
Setelah Jokowi mempromosikan Ganjar ke PDI Perjuangan, akhirnya Ganjar diambil oleh PDI Perjuangan dijadikan calon presiden dengan syarat-syarat. Ternyata Jokowi tidak bisa mengatur Ganjar, karena Ganjar sudah dijadikan petugas partai dengan syarat-syarat yang ditandatangai. Menurut kabar burung, syarat-syarat tersebut meliputi mengangkatan pejabat harus seizin PDI Perjuangan. PDI Perjuangan tidak ingin kecolongan lagi saat memilih Jokowi menjadi presiden tanpa syarat perjanjian. Jokowi seenaknya mengangkat penjabat negara tanpa izin partai pengusung, bahwa Jokowi membangun pasukan loyalitas sendiri dengan mengangkat relawan-relawan masuk cabinet dan komisaris-komisaris BUMN.
Setelah perjuangan Jokowi meng-goal-kan Ganjar menjadi capres PDI Perjuangan, ternyata sia-sia untuk dirinya, tidak bisa ikut mengatur Ganjar. Walaupun persiapan sudah dibangun, dengan membuat pakta integritas pejabat daerah dan pjs yang menjabat sudah dibuat demi Ganjar. Jokowi membuat manuver, tetap mencari jalan, untuk bisa mengatur presiden selanjutnya bisa diatur oleh dia.
Jokowi bermanuver, ngepot di akhir masa jabatan, yang sebelumnya mendukung Ganjar, kemudian mempersiapkan Gibran, anak sulungnya menjadi cawapresnya Prabowo Subianto, yang sudah berumur 73 tahun. Dengan harapan, menjadi wapres dahulu, kemudian menjadi presiden karena kesehatan prabowo sakit.
Prabowo dan Ganjar sudah menjadikan keberlanjutan sebagai jargon jika menjadi presiden selanjutnya. Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan dilanjutkan pembangunannya, dan diberikan tanah seluas 34.000 Ha untuk disewa oleh investor selama 190 tahun. Apa yang akan terjadi dengan penduduk Kalimantan? Penduduk asli Dayak? Apakah mereka akan tersingkirkan? Banyak pendukung IKN dari masyarakat Kalimantan, tetapi mereka belum merasakan tersisihnya nanti jika orang asing yang akan menempati 34.000 Ha dan berakan pinak sampai 190 tahun. Masyarakat Kalimantan harus berpikir ulang! Bisa saja nanti Kalimantan akan dikuasi oleh orang asing dan pada saatnya nanti akan berpisah dengan Indonesia dan IKN yang dibanggakan akan menjadi ibu kota negara lain.
Entah apa yang menjadi pertimbangan untuk memberikan tanah seluas 34.000 Ha sebagai kompensasi pembangunan IKN.
Tips 20 Jun 2024
Tips Memulai Bisnis Online dari Rumah dengan Modal Terbatas
Dalam era digital ini, memulai bisnis online dengan modal terbatas merupakan pilihan yang menarik bagi banyak orang yang ingin meraih kesuksesan di dunia
Tips 25 Maret 2025
Cara Aman dan Efektif Menggunakan Jasa Like YouTube Tanpa Risiko
Di era digital saat ini, YouTube bukan hanya sekadar platform untuk berbagi video, tetapi juga alat pemasaran yang sangat berharga. Dengan lebih dari dua
Pendidikan 10 Apr 2025
Seni Rupa dan Desain: Program Studi Unggulan di ITB yang Kreatif
Institut Teknologi Bandung (ITB) dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, dengan berbagai program studi yang memiliki akreditasi
Wisata 6 Okt 2017
Rental Murah tapi Bikin Puas - Berkunjung ke Kota Cirebon untuk menikmati wisata pantai, wisata religi dan wisata kuliner menjadi tujuan para pendatang yang
Pendidikan 21 Apr 2025
Sistem Seleksi POLRI: Fakta Menarik yang Jarang Diketahui
Sistem Seleksi POLRI adalah proses yang harus dilalui oleh setiap calon anggota Kepolisian Republik Indonesia. Proses ini tidak hanya ketat, tetapi juga penuh
Pendidikan 22 Maret 2025
Tryout Online IELTS: Solusi Praktis untuk Kesibukanmu
Mempersiapkan ujian IELTS sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan sehari-hari. Namun, dengan adanya Tryout