rajatv
Tantangan dengan Adanya Tuduhan Keliru Terhadap Capres 01 Anies Baswedan Terkait Politik Identitas

Tantangan dengan Adanya Tuduhan Keliru Terhadap Capres 01 Anies Baswedan Terkait Politik Identitas

Admin
4 Feb 2024
Dibaca : 241x

Capres 01 Anies Baswedan menjadi sorotan publik karena dugaan penggunaan politik identitas agama pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2017. Beberapa pihak mengaitkan Anies Baswedan dengan politik identitas saat memenangkan pilkada tersebut, mengundang kontroversi dan perdebatan. Fokus utama artikel ini adalah menggali, apakah benar Anies Baswedan menggunakan politik identitas dalam kampanye Pilkada DKI 2017?

Tuduhan Keliru

Menurut Eep Saefulloh Fatah, pendiri dan CEO PolMark Indonesia, dalam wawancara di Kanal YouTube Info A1 – Kumparan, Episode 32, tuduhan terhadap Anies Baswedan terkait politik identitas adalah keliru. Eep Saefulloh Fatah membantah pandangan tersebut, menyebutnya sebagai kesalahpahaman. Sebagai informasi, Eep Saefulloh Fatah dianggap sebagai tokoh di balik politik identitas Pilkada DKI, oleh sebagian orang.

Pada putaran kedua Pilkada DKI 2017, kampanye ayat dan mayat menjadi perhatian publik. Oleh karena itu, Eep Saefulloh segera pergi ke Jakarta Utara untuk bertemu dengan beberapa orang pimpinan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tetapi diusir pulang. Meskipun demikian, upaya Eep Saefulloh berhasil ketika mendatangi KH Muhyidin Ishaq (saat ini menjabat Rais Syuriyah NU DKI Jakarta), yang saat itu mendukung pasangan Agus Silvi.

Awalnya, di sekitar pesantren Miftahul Ulum milik KH Muhyidin Ishaq mengalami kekalahan yang jarang terjadi pada putaran pertama. Bahkan dengan gabungan suara Anies dan Agus, masih 15% di bawah suara Ahok sendirian. Dalam ketidakpuasan, KH Muhyidin Ishaq memasang spanduk kontroversial bertuliskan “Pendukung Ahok haram dikubur di sini.” Perlu diketahui bahwa kakek KH Muhyidin Ishaq dahulu merupakan salah satu tuan tanah di Jakarta dan punya tanah wakaf untuk makam lebih dari 2 hektar.

Dengan adanya pemasangan spanduk kontroversial tersebut, lantas Eep Saefulloh Fatah melakukan pendekatan kepada KH Muhyidin Ishaq dengan dua tujuan. Pertama, menjelaskan bahwa kampanye itu akan merugikan Anies karena membawa dampak negatif. Kenapa? Karena pendukung Anis saja tidak mungkin simpati dengan seperti begitu. Sehingga jangankan pendukung Ahok akan pindah, pendukung Agus juga akan pindah, pendukung Anies saja bisa pergi. Kedua, Kang Eep menjelaskan bahwa  tokoh-tokoh seperti Komaruddin Hidayat dan Rektor UIN Azyumardi Azra juga mengecam keras.

KH Muhyidin Ishaq akhirnya berdiskusi dan meminta bagaimana cara Anies untuk menang. Kalau bisa diyakinkan, KH Muhyidin Ishaq akan menurunkan spanduk tersebut. Sebelum Eep Saefulloh Fatah pulang, spanduk tersebut sudah terlipat di depan pintu, menunjukkan kesediaan KH Muhyidin Ishaq untuk merenung dan membersihkan kontroversi yang terjadi. Bahkan Pak Kiai berkeliling di masjid dan mushola di sekitarnya, untuk membersihkan spanduk. Memang ada satu spanduk yang belum diturunkan karena kebetulan yayasan itu dikelola oleh orang salah satu partai Islam. Tapi akhirnya turun juga

Menariknya, Eep Saefulloh Fatah menilai kasus Pilkada DKI 2017 sebagai unik karena adanya pancingan dari pidato Ahok di Pulau Seribu. Pidato tersebut memicu kemarahan nasional karena melabrak identitas umat Islam. Jadi juru kampanye terbaik untuk Anies – Sandi pada waktu itu justru dari Ahok atau Basuki Cahaya Purnama.

Politik Identitas Suatu Keterkaitan yang Tidak Terhindarkan

Capres dari Koalisi Perubahan 01, Anies Baswedan, menyatakan bahwa politik identitas tidak dapat dihindari karena setiap calon yang bersaing selalu membawa identitas yang melekat pada dirinya. Menurut Anies, politik identitas menjadi tidak terhindarkan, seperti ketika calon yang bersaing memiliki perbedaan latar belakang gender.

Anies Baswedan menjelaskan bahwa ketika calon memiliki identitas yang berbeda, baik berdasarkan gender, suku, atau agama, identitas tersebut akan terus terlihat dalam dinamika politik. Dalam kasus Pilkada DKI 2017, identitas agama menjadi sorotan karena perbedaan latar belakang agama antara pasangan calon yang bersaing.

Mengenai asosiasi dirinya dengan isu politik identitas, Anies berkeinginan agar semua pihak menilai kinerjanya selama menjabat sebagai pemimpin DKI Jakarta. Ia meyakini bahwa fokus utamanya terletak pada tiga bidang, yaitu biaya hidup, lapangan pekerjaan, serta kesehatan dan pendidikan. Anies menegaskan bahwa isu politik identitas yang muncul pada Pilkada 2017 bukan berasal dari calon gubernur dan wakil gubernur, melainkan tim pendukung masing-masing kandidat.

Menurut pandangan Anies, penting bagi setiap calon yang bersaing dalam pemilu untuk menunjukkan kedewasaan setelah pemilu selesai. Dia menekankan pentingnya merangkul pihak yang kalah, sekaligus mengakui kekalahan. Anies menyatakan bahwa ia tidak keberatan jika ada yang tidak menyukai dirinya. Dia menegaskan sikap terbuka untuk berdiskusi dan bersama-sama membangun gerakan yang kontributif demi membawa perubahan.

Dengan pernyataan ini, Anies Baswedan menggarisbawahi kompleksitas politik identitas dalam konteks pemilihan umum. Pandangannya mencerminkan pengakuan bahwa identitas, apakah berbasis gender, suku, atau agama, memiliki dampak signifikan dalam dinamika politik dan perlu diakui serta dielaborasi dengan kedewasaan setelah pemilu berakhir.

Penutup

Dalam pandangan Eep Saefulloh Fatah, Anies Baswedan tidak menggunakan politik identitas sebagai strategi kampanye dalam Pilkada DKI 2017. Meskipun demikian, peristiwa di lapangan menunjukkan kompleksitas dinamika politik dan peran identitas agama dalam pengambilan keputusan pemilih.

Untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 ini, jelas politik identitas berbasis agama tidak akan melekat di Anies Baswedan karena semua paslon memiliki latar belakang agama yang sama. Kesimpulan dari peristiwa tersebut memberikan pemahaman lebih dalam terhadap peran politik identitas dalam konteks pemilu dan dampaknya terhadap hasil akhir suatu kontestasi politik.

Baca Juga:
Kesulitan Unduh Aplikasi? Gunakan Jasa Profesional Kami

Tips 19 Mei 2025

Kesulitan Unduh Aplikasi? Gunakan Jasa Profesional Kami

Di era digital seperti sekarang, hampir semua orang bergantung pada aplikasi untuk mempermudah kehidupan sehari-hari. Mulai dari aplikasi pesan, layanan

Pentingnya Konten Video Interaktif dalam Promosi Pariwisata Digital

Tips 18 Maret 2025

Pentingnya Konten Video Interaktif dalam Promosi Pariwisata Digital

Di era digital saat ini, teknik promosi revolusioner semakin berkembang untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin cerdas dan terinformasi. Salah satu

Jalan-Jalan di Kota Cirebon dengan Mobil Rental

Kuliner 28 Jul 2017

Jalan-Jalan di Kota Cirebon dengan Mobil Rental

Liburan lebaran tahun 2017, ada sesuatu yang berkesan, pada saat mudik ke Cirebon, kami sekeluarga rental mobil Cirebon, jadi lebih hemat, dan yang lebih

Kenapa Prospek Kerja Lulusan Program Studi Teknik Industri Selalu Dibutuhkan?

Pendidikan 14 Maret 2025

Kenapa Prospek Kerja Lulusan Program Studi Teknik Industri Selalu Dibutuhkan?

Teknik industri adalah salah satu disiplin ilmu yang mengintegrasikan prinsip-prinsip teknik, matematika, dan ilmu sosial untuk meningkatkan sistem dan proses

Panduan Lengkap Membangun Branding Toko Online dari Nol

Tips 8 Apr 2025

Panduan Lengkap Membangun Branding Toko Online dari Nol

Dalam era digital saat ini, banyak orang beralih ke belanja online, sehingga membangun branding toko online menjadi sangat penting. Branding yang kuat tidak

Manfaat Kulit Manggis yang Ampuh Melawan Radikal Bebas

Kesehatan 8 Sep 2017

Manfaat Kulit Manggis yang Ampuh Melawan Radikal Bebas

Manfaat Kulit Manggis Yang Ampuh Melawan Radikal Bebas - Buah Manggis memang dikenal sebagai buah yang mengandung banyak manfaat. terutama kulitnya yang banyak

Berita Terpopuler
Berita Terbaru
rajabacklink
Copyright © GileLuDro.com 2026 - All rights reserved
Copyright © GileLuDro.com 2026
All rights reserved